Tampilkan postingan dengan label materi TPA / TBS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi TPA / TBS. Tampilkan semua postingan

Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.

Hallo guys, kali ini saya akan membahas tentang cara menentukan bilangan yang akan habis bila di bagi dengan angka 2 sampai 9. Berikut adalah ciri-ciri dari bilangan yang akan habis bila di bagi dengan angka 2 sampai 9 :

ciri bilangan yang habis dibagi

#1. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 2.

Suatu bilangan akan habis dibagi 2, jika mempunyai ciri-ciri bilangan yang angka terakhirnya  0, 2, 4, 6, 8, dengan kata lain angka terakhir adalah bilangan genap.
Contoh :
apakah bilangan 42 habis dibagi dengan 2 ? Yups, karena 42 adalah bilangan genap.
#Catatan:
Kamu masih ingat dengan rumus bilangan genap?
Rumus untuk bilangan genap adalah 2k untuk sembarang angka k (harus bilangan bulat).
Sedangkan rumus untuk bilangan ganjil adalah  2k-1 untuk sebarang k (harus bilangan bulat). Karena angka 42 memenuhi rumus bilangan genap, maka 42 akan habis dibagi 2. 42 : 2 = 21.

#2. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 3.

Suatu bilangan akan habis dibagi dengan 3 jika jumlah dari semua digit angkanya habis bila dibagi 3.
Contoh : 
Apakah bilangan 312 habis dibagi dengan 3 ? Yups, coba saja kamu jumlahkan digit angka pada bilangan 312. Didapatkan, 3+ 1 + 2 = 6. Karena hasilnya 6 (hasil dari penjumlahan angka digitnya) maka akan habis dibagi 3. Maka bilangan itu (312) habis dibagi 3.

Apakah -123 habis dibagi dengan 3? Langkahnya tetap sama. Tinggal kita jumlahkan digit angkanya dan menghiraukan tanda negatifnya. Jangan mudah tertipu dengan tanda negatif.

#3. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 4.

Suatu bilangan akan habis dibagi dengan 4, apabila dua digit terakhir bila dibagi dengan 4 akan habis. Gampangnya, angka puluhannya bila dibagi 4 akan habis tanpa bersisa.
Contoh : 
Apakah bilangan 342 habis dibagi dengan 4? Ingat, dua digit terakhirnya adalah 42. Dan angka 42 akan habis dibagi dengan 4. Sehingga 342 habis dibagi dengan 4.

Apakah bilangan 1006 habis dibagi dengan 4? Tidak, karena dua angka terahirnya adalah 06. Sedangkan angka 06 tidak habis bila dibagi dengan 4. Sehingga 1006 tidak habis dibagi dengan 4.

#4. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 5.

Suatu bilangan akan habis dibagi dengan 5 apabila bilangan tersebut mempunyai akhiran angka 0 atau angka 5.
Contoh : 
Apakah 2055 habis dibagi dengan 5? Ingat digit terakhirnya adalah angka 5. Sehingga 2055 habis dibagi dengan 5.
Apakah 5005 habis dibagi 5? Sangatl mudah untuk menentukan ciri bilangan yang  habis dibagi dengan 5.

#5. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 6. 

Suatu bilangan akan habis dibagi dengan 6 bila semua jumlah digit angkanya habis dibagi dengan 3. Atau bisa juga bilangan tersebut akan habis jika dibagi 3 dan habis dibagi 2.
Contoh : 
apakah bilangan 567 akan habis dibagi dengan 6? Sekarang kamu perhatikan jumlah digit angkanya. 5+ 6 + 7 = 18. Dan angka 18 habis dibagi dengan 3. Karena jumlah digit angkanya habis dibagi dengan 3 dan bilangan itu genap. Maka 567 akan habis dibagi dengan 6.

#6. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 7. 

Suatu bilangan jika angka terakhirnya dikalikan dengan 2, dan menjadi pengurang dari bilangan yang tersisa. Jika hasilnya habis dibagi dengan 7, maka bilangan tersebut adalah bilangan yang habis dibagi 7.
Contoh : 
apakah bilangan 5236 habis dibagi dengan 7? Kita pisahkan angka terakhirnya yaitu 6 (satuannya), kemudian 523 – (6 x 2) = 511. Apakah bilangan 511 habis dibagi dengan 7? 51 – (1 x 2) = 49. Karena 49 habis dibagi dengan 7, maka 5236 habis dibagi dengan 7.

#7. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 8. 

Suatu bilangan akan habis dibagi 8, jika 3 digit terakhirnya habis dibagi dengan 8.
Contoh : 
apakah 3456 habis dibagi dengan 8? Tiga digit terakhirnya adalah 456. Dan angka 456 habis dibagi dengan 8. Sehingga 3456 habis dibagi dengan 8.
Bagaimana dengan angka 48? Tidak menjadi masalah karena 48 = 048. Sehingga tiga digit angka terakhirnya adalah 048. dan angka 48 habis dibagi dengan 8. Sehingga angka 48 habis dibagi dengan 8.

#8. Ciri - Ciri Bilangan Yang Habis Di Bagi Oleh Angka 9. 

Suatu bilangan akan habis dibagi 9, jika jumlah angka-angkanya bila di bagi dengan 9 akan habis.
Contoh : 
apakah bilangan 279 habis dibagi dengan 9? Jumlahkan digit angkanya, lalu bagi dengan 9. Maka 2 + 7 + 9 = 18. Dan bilangan 18 habis dibagi dengan 9. Sehingga 279 habis dibagi dengan 9.

Setelah kamu melihat dan mempelajarinya, bagaimana sekarang? ternyata cukup mudahkan untuk bisa menentukan bilangan mana saja yang habis bila di bagi dengan angka 2 sampai 9.
Nah, untuk ciri - ciri bilangan yang lainnya, akan saya bahas di lain waktu yah?

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ^_^
Jika ada yang mau ditanyakan, silahkan berkomentar di bawah ini.
Bagian Dari Test Potensi Akademik ( TPA )

Bagian Dari Test Potensi Akademik ( TPA )

*Test Verbal*

-test sinonim :
Soal dari tes persamaan kata ini meminta anda untuk mencari satu kata yang setara atau sama atau serupa maknanya dengan makna kata tertentu yang diminta.

-test antonim :
Tes antonim ini cukup sederhana. Anda diminta untuk mencari lawan kata atau kata yang bertentangan dengan kata tertentu.

-test padanan/persamaan kata :
Jenis soal dalam tes ini meminta anda untuk mengidentifikasi atau mencari kesetaraan atau padanan hubungan antar kata yang diberikan. Kesetaraan hubungan ini harus anda analisa secara cermat untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

-test pengelompokkan kata :
Tes pengelompokan kata ini meminta anda untuk menganalisa satu kata yang tidak identik atau tidak serupa atau tidak masuk dalam kelompok kata yang lainnya.

*Test Angka*

-test arimetik :
Soal jenis ini sebenarnya cukup sederhana. Karena hanya merupakan hitungan dasar. Namun, soal-soal aritmetik dalam tes TPA seringkali menyajikan angka-angka yang alot alias kurang enak dihitung. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak teliti, umumnya akan mudah terpeleset hasil hitungannya.

-test seri angka :
Untuk mengerjakan tes numerik seri angka ini, peserta harus mampu menganalisa deret urutan paling logis dan konsisten dari angka-angka yang diberikan. Terkadang seolah ada dua jawaban yang memungkinkan. Namun demikian, sesungguhnya hanya ada satu pilihan jawaban yang benar.

-test seri huruf :
Tes seri huruf ini prinsipnya adalah sama dengan tes seri angka. Peserta diminta untuk mencari deret urutan huruf selanjutnya dari deretan huruf yang ada. Untuk mendapatkan jawaban, seorang peserta memang haruslah jeli dan banyak berlatih untuk mempertajam daya analisa dan kejeliannya.

-test logika angka :
Dalam tes logika angka ini, seorang peserta tes TPA harus mampu membuat penalaran logis terhadap satu atau serangkaian persamaan angka-angka yang ada.

-test angka dan huruf dalam cerita :
Dalam tes ini, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai angka-angka yang dimasukkan dalam sebuah cerita. Peserta harus mampu menganalisa nilai angka secara tepat.

*Test Logika*

-test logika umum :
Dalam soal jenis ini, seorang peserta tes diminta untuk melakukan penalaran yang masuk akal (logis) dari pernyatan singkat yang diberikan.

-test analisa silogisme :
Dalam soal jenis ini, kita diminta untuk menganalisa apakah suatu pernyataan dan kesimpulan yang diambil dalam sebuah soal itu salah ataukah sudah benar.

-test logika cerita :
Dalam soal jenis ini, kita diminta untuk mempelajari suatu cerita singkat dan kemudian melakukan penalaran terhadap setiap pertanyaan yang diberikan berdasarkan informasi dari cerita. Umumnya jawaban dari soal jenis ini tidaklah eksplisit (terlihat langsung dalam cerita). Namun kita harus melakukan penalaran terlebih dulu, untuk kemudian bisa menemukan jawaban yang benar.

-test logika diagram :
Dalam soal tes jenis ini, kita diminta untuk melakukan penalaran terhadap berdasarkan diagram yang telah disediakan dalam soal. Soal jenis ini terkadang terlihat mudah, namun bila tidak berhati-hati seorang peserta Tes Potensi Akademik sering terjebak memilih jawaban yang keliru.

*Test Gambar*

-tes Seri Gambar :
Tes seri gambar ini mirip dengan seri angka maupun seri huruf. Anda diminta untuk menganalisa gambar apa yang akan menjadi gambar lanjutan dari sederet gambar yang ada.

-tes hubungan gambar :
Jenis tes ini mengharuskan seorang peserta untuk mencari hubungan atau padanan hubungan gambar yang tepat dari model yang diberikan.

-tes pengelompokan gambar :
Soal-soal yang diberikan dalam jenis tes pengelompokan gambar ini harus dicermati oleh setiap peserta Tes Potensi Akademik. Karena jenis soal dalam tes ini seringkali mengandung banyak jebakan.Ada beberapa jawaban yang sekilas terlihat benar. Dalam jenis soal ini, peserta harus mampu membedakan satu gambar yang tidak identik atau tidak serupa atau tidak masuk dalam kelompok gambar-gambar yang lainnya.

-tes bayangan gambar :
Jika tidak dibatasi waktunya, soal bayangan gambar ini mungkin tidak terlalu sulit bagi para peserta tes TPA. Namun, yang menjadi kendala adalah waktu pengerjaan setiap butir soal sangatlah terbatas. Dengan demikian, peserta tes harus mampu menemukan jawaban yang benar dalam waktu sesingkat mungkin. Tes bayangan gambar ini merupakan salah satu jenis tes yang menguji kejelian spasial (daya logika ruang) seorang peserta.

-tes identifikasi gambar :
Dalam soal jenis identifikasi gambar ini anda para peserta tes diminta untuk menganalisa dan mengidentifikasi gambar mana yang sesuai identik, atau sebangun atau serupa dengan bagian-bagian dari gambar induk.

Tips Trik Cara Belajar Menguasai Soal Tes Potensi Akademik (TPA)

Apakah kalian ingin tahu bagaimana caranya untuk bisa mengerjakan soal TPA dengan cepat dan tepat. Mungkin sebagian besar orang, tidak bisa menyelesaikan semua soal yang terdapat pada tes karena kurangnya waktu atau bisa dikatakan porsi waktunya hanya sedikit.Kali ini saya akan membagikan tips cara cepat mengerjakan soal Tes Potensi Akademik (TPA).

cara cepat menguasai soal TPA

Pada Tes Verbal
Untuk bagian tes verbal, kamu akan di tes sejauh mana pengetahuan kamu tentang suatu kata. Baik persamaan kata, lawan kata, hubungan kata, maupun teks bacaan.
Nah jika kamu sudah sering membaca novel, koran, televisi, majalah, maupun artikel-artikel dimanapun berada, pastinya kamu sering menemukan beberapa kata baru yang belum kamu ketahui.
Tips dari saya:
Jangan mengabaikan kata tersebut. Cobalah untuk mencari arti kata tersebut ataupun mencoba menghubungkan kata tersebut dengan kata-kata di antara kata baru tersebut jika kamu malas buka kamu kbbi ya. Semakin sering kamu membaca, maka akan semakin luas pengetahuan kata-kata kamu dan biasanya gaya bicara seseorang bisa terlihat seberapa besar ilmu pengetahuannya.

Pada Tes Kuantitatif / Numerik
Untuk bagian tes kuantitatif ini, kamu di minta untuk mencari jawaban yang benar dari setiap soal yang biasanya berupa angka-angka. Entah kamu harus menambahkan, mengurangi, membagi, mengalikan, ataupun variasi menghitung, harus mencari suatu nilai yang di tentukan, perbandingan, mencari persamaan, dan pertanyaan lainnya.
Tips dari saya:
Cobalah untuk mempelajari banyak soal-soal yang berhubungan dengan soal TPA Kuantitatif. Semakin kamu sering mengerjakan  variasi soal yang ada, maka akan semakin mudah untuk mengerjakannya dan tidak perlu memakan waktu yang lama.
Contohnya:
walaupun materi soalnya tentang perbandingan umur, tapi akan banyak macam tipe soal yang akan kamu temui. Seperti:
Mencari berapa umur X 5 tahun yang lalu, umur X saat ini, umur X 5 tahun yang akan datang, perbandingan umur X dan Y di waktu tertentu,dan selisih umur mereka di waktu tertentu. Cukup banyak bukan?
Padahal cuma 1 materi, tapi bisa menghasilkan banyak pertanyaan. Maka dari itu kamu harus mencoba mempelajari banyak tipe dan variasi soal TPA.

Pada Tes Logika Penalaran.
Untuk bagian Tes Logika Penalaran, kamu di tuntut bisa memainkan logika kamu untuk mencari jawaban yang sesuai. Soal penalaran ini tidak sesulit soal kuantitatif karena soal ini tidak perlu memakai rumus ataupun cara yang harus kamu hafal.
Biasanya pertanyaan seputar siapa orang yang xxx, siapa orang yang paling TERxxx, seperti urutan mencari dari yang terkecil hingga terbesar, penalaran silogisme seperti jika maka, sebagian semua ada, dan penarikan kesimpulan lainnya.

Pada Tes Logika Deret Angka, Huruf, dan Gambar.
Untuk bagian Tes Logika Deret, kamu di haruskan bisa memahami setiap pola yang di berikan. Soal-soal dalam bagian ini juga tidak begitu sulit, yang penting kamu bisa memahami dari setiap pola deret angka, gambar maupun gambar. Tidak perlu memakai rumus, hanya menyamakan pola dari setiap deret tersebut.

KESIMPULAN
Jadi menurut saya, bagian tersulit dari TPA adalah pada bagian kuantitatif. Sebetulnya bukan sulit, tapi hanya memakan waktu yang lama. Tips untuk kalian, kerjakan bagian kuantitatif ini di akhir saja. Utamakan soal yang mudah dan tidak memakan waktu.

Ada yang mau di tanyakan? silahkan kirim komentar yah ^_^

Rumus dan Contoh Soal Permutasi

Yang dimaksud permutasi adalah banyaknya cara memilih sesuatu yang masih mementingkan urutan.

Contoh kasus permutasi adalah :
* Banyaknya cara orang duduk
* Pemilihan pengurus (dengan menyebut jabatan, misalnya ketua, wakil, dsb)
* Cara menyusun bilangan dari angka-angka

Jika terdapat n data yang tersedia, dan dipilih sebanyak r maka banyaknya cara cara memilih adalah





Contoh :
Lima orang duduk bergantian pada kursi yang bisa dipakai 3 orang. Banyaknya cara mereka duduk adalah …

Tips dan Trick

More »

USM STAN

More »